201: PENGARUH BUDAYA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. BAJA PERTIWI INDUSTRI MEDAN

Cover Jurnal Mudira Indure

PENGARUH BUDAYA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. BAJA PERTIWI INDUSTRI  MEDAN
Oleh : Silviana Batubara. SE.,MM
Dosen Dosen Univ. Graha Nusantara P.Sidempuan

ABSTRAK

 Baja Pertiwi Industri Medan merupakan badan usaha yang bergerak di bidang pelayanan spare part. Dengan ketatnya persaingan antar sesama pebisnis, maka perusahaan harus mampu bertahan dengan cara menumbuhkan semangat kerja karyawan, tetapi hal itu belum terwujud disebabkan perusahaan kurang tegas memberlakukan nilai-nilai budaya yang ada, ditambah lagi adanya lingkungan kerja yang kurang nyaman seperti suara bising dan kurangnya sanitasi udara sehingga semangat kerja karyawan jadi menurun.
Masalah dirumuskan apakah budaya dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara serempak terhadap semangat karyawan pada PT. Baja Pertiwi Industri Medan dan variabel manakah dominan mempengaruhi semangat kerja karyawan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Baja Pertiwi Industri Medan dan untuk membandingkan antara teori yang penulis pelajari diperkuliahan dengan kenyataan yang ada dilapangan.
Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket kepada 61 orang responden dan melakukan wawancara, pengamatan serta studi dokumentasi.
Dari hasil uji determinan didapat variabel budaya kerja dan lingkungan kerja mampu menjelaskan variabel semangat kerja karyawan sebesar 63,5 % dan sisanya 36,5 % dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti atau diluar variabel model penelitian seperti kompensasi dan kepemimpinan. Selanjutnya dari hasil pengujian hipotesis pada tingkat kepercayaan 95% dan tetst of level 5% diperoleh nilai Fhitung 68,031 > 3,13 Ftabel dengan signifikan 0,000 < 0,05. Maka disimpulkan budaya kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara serempak terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Baja Pertiwi Industri Medan (H1).
Pada uji parsial budaya kerja terhadap semangat kerja didapat nilai thitung 4,437 > 2,000 ttabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, ini berarti variabel budaya kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Sedangkan uji parsial lingkungan kerja terhadap semangat kerja didapat nilai thitung 5,713 > 2,000 ttabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, ini berarti variabel lingkungan kerja secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja.
Pada uji dominan didapat angka Standaridized Coefficient Beta dari variabel budaya kerja sebesar 0.389 sedangkan variabel lingkungan kerja sebesar 0,501. Oleh karena nilai variabel lingkungan kerja lebih besar dari nilai variabel budaya kerja, maka disimpulkan hipotesis dua (H2) yang penulis ajukan sebelumnya dapat diterima yaitu lingkungan kerja lebih dominan mempengaruhi semangat kerja karyawan pada PT. Baja Pertiwi Industri Medan.
Kata Kunci : Budaya Kerja, Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja.

ABSTRACT

 Steel Industry Pertiwi Medan is a business entity engaged in the service of spare parts. With intense competition among fellow business people, then the company should be able to survive by growing employee morale, but it has not materialized due to lack of strict enforce corporate cultural values that exist, plus the working environment uncomfortable such as noise and lack of sanitation so that the air be decreased employee morale.
Formulated problem is the culture and working environment and a significant positive effect on employee morale simultaneously at PT. Steel Industry Pertiwi Medan where the dominant variable affecting employee morale. While the purpose of this study was to determine how much influence the culture and work environment on employee morale in PT. Steel Industry Pertiwi Medan and to compare the theory that the author learned at the lecture with the reality on the ground.
The data collection techniques carried out by distributing questionnaires to 61 respondents and interviews, observation and documentation study.
Test results obtained from the determinant variables of work culture and work environment variables can explain the morale of the remaining 63.5% and 36.5% are influenced by variables that are not researched or outside the compensating variable models such as research and leadership. Further testing of the hypothesis at the confidence level of 95% and 5% level tetst of values obtained Fcount 68.031 > 3.13 Ftable with a significant 0.000 < 0.05. It was concluded the work culture and work environment have a positive and significant in unison against the employee morale in PT. Steel Industry Pertiwi Medan (H1).
On a partial test of workplace culture on morale values obtained tcount 4.437 > 2.000 ttable with significant 0.000 < 0.05, this means work is partially cultural variables have a positive and significant impact on morale. While a partial test of the working environment on morale values obtained tcount 5.713 > 2.000 ttable with significant 0.000 < 0.05, this means work environment variables in partial (individual) and a significant positive effect on morale.
In the dominant test figures obtained Standaridized Beta Coefficient of culture variables for 0389 while working for an environment variable 0.501. Because the value of the work environment variable is greater than the value of cultural variables work, then concluded the hypothesis two (H2) which the authors previously proposed an acceptable working environment that is more dominant influence employee morale in PT. Steel Industry Pertiwi Medan.
Keywords: Work Culture, Work Environment and Employee Morale.
PENGARUH BUDAYA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. BAJA PERTIWI INDUSTRI MEDAN

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*