Posting 205: PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING MATERI VOLUME LIMAS SEGIEMPAT SISWA SMP NEGERI 9 BANDA ACEH ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>BANDA ACEH
Oleh: Roslina dan Khufyatun Wardana
ABSTRAK
Berawalnya penelitian ini dikarenakan banyaknya nilai yang kurang memuaskan selama ini pada materi volume limas segiempat pada kelas VIII. Hal ini dikarenakan para pengajar selama ini hanya melakukan proses belajar-mengajar dengan metode maupun sistem ceramah saja. Masalah penelitian yang ada adalah apakah pembelajaran Snowball Throwing materi volume limas segiempat siswa SMPN 9 Banda Aceh mencapai ketuntasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Snowball Throwing materi volume limas segiempat siswa SMPN 9 Banda Aceh. Pendekatan pada penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis eksperimen. Desain penelitian ini adalah design one-shot case study. Sampel yang diambil pada proses penelitian ini adalah 20 orang dari 100 populasi yang dipilih secara random. Berdasarkan hasil penelitian didapat = 1,729. Jadi karena > yaitu 5,62 > 1,729, maka ditolak dan diterima yang berarti model pembelajaran Snowball Throwing materi limas segiempat SMP Negeri 9 Banda Aceh mencapai ketuntasan. Bertolak pada proses penelitian yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode pembelajaran snowball throwing pada materi limas segiempat kelas VIII SMP Negeri 9 Banda Aceh terjadi peningkatan pemahaman pada siswa.
Kata kunci : pembelajaran Snowball Throwing, volume limas segiempat
pembelajaran-snowball-throwing-materi-volume-limas-segiempat-siswa-smp-negeri-9
Posting 205: PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING MATERI VOLUME LIMAS SEGIEMPAT SISWA SMP NEGERI 9 BANDA ACEH ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 153: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA (STUDI PADA PEGAWAI ADMINISTRATIF IKIP PGRI MEDAN) ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>ABSTRAK
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menentukan berapa anyak pengaruh faktor individu, faktor sosial dan faktor utama dalam pekerjaan bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan administrasi IKIP PGRI Hasil Medan.The menunjukkan bahwa faktor individu (X1) memiliki positif dan signifikan pengaruh pada kepuasan kerja (Y). Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis regresiyang menunjukkan nilai p value (Sig.) = 0,036 <0,05. faktor sosial (X2) memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Y). Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis regresi yang menunjukkan nilai tvalue (Sig.) = 0,001<0,05. Sebuah utama Faktor dalam pekerjaan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Y). Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis regresi yang menunjukkan dari nilai tvalue (Sig.) = 0,005<0.05. Based hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa individu faktor (X1), faktor sosial (X2) dan faktor utama dalam pekerjaan (X3) baik sebagian atau secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja (Y).
Kata kunci: Faktor Individu, Faktor Sosial, Faktor utama dalam jo, Kepuasan Kerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA
Posting 153: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA (STUDI PADA PEGAWAI ADMINISTRATIF IKIP PGRI MEDAN) ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 144: ANALISIS PENGGANTIAN DEBITUR DALAM HAL PENYELESAIAN KREDIT MACET DALAM PERSPEKTIF KUH PERDATA (STUDI KASUS DI BRI CABANG BINJAI) ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>ABSTRAK
Bank merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan dana dari masyarakat dan sebagai lembaga penyalur dana untuk masyarakat dalam bentuk kredit. Fungsi bank di samping menghimpun dana dari masyarakat, juga memberi pinjaman (menyalurkan kredit) kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum proses alih debitur dalam hal penyelesaian kredit macet, implementasi alih debitur dalam hal penyelesaian kredit macet, khususnya di bank BRI Cabang Binjai dan faktor penghambat dalam hal alih debitur untuk menyelesaikan kredit macet bank BRI Cabang Binjai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses alih debitur, bukan hanya hutangnya saja yang dialihkan, melainkan hutang dan barang jaminan milik debitur lama juga dialihkan kepada debitur baru. Novasi subyektif pasif diperlukan karena debitur meninggal dunia dimana kredit modal kerjanya belum lunas sedangkan para ahli warisnya menghendaki usahanya tetap akan dilanjutkan dengan bantuan fasilitas kredit modal kerja yang telah diberikan bank kepada usahanya. Dalam pelaksanaan parate eksekusi melalui penjualan barang jaminan dengan cara dibawah tangan, bank tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme atau persyaratan yang ditentukan undang-undang, dimana sepanjang ada kesepakatan antara bank dengan debitur dan atau penjamin untuk menjual obyek jaminan.
Kata Kunci : Debitur, Kredit Macet, Jaminan, BRI Cabang Binjai
ANALISIS PENGGANTIAN DEBITUR DALAM HAL PENYELESAIAN KREDIT MACET DALAM PERSPEKTIF KUH PERDATA
Posting 144: ANALISIS PENGGANTIAN DEBITUR DALAM HAL PENYELESAIAN KREDIT MACET DALAM PERSPEKTIF KUH PERDATA (STUDI KASUS DI BRI CABANG BINJAI) ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 139: PENGARUH MOTIVASI DAN PROGRAM PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SUMATERA UTARA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>PENGARUH MOTIVASI DAN PROGRAM PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENDIDIKAN DAN
Posting 139: PENGARUH MOTIVASI DAN PROGRAM PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SUMATERA UTARA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 138: PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MEDAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>ABSTRAK
Pelatihan dan motivasi diharapkan dapat memberikan penyegaran kepada karyawan. Akan tetapi pelatihan dan motivasi yang dilaksanakan oleh karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan tidak sepenuhnya dapat mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan, karena karyawan dituntut secara tidak langsung harus mempunyai standart kemampuan bekerja dengan hasil kinerja yang baik walaupun adanya pelatihan dan motivasi yang diberikan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
Pelatihan merupakan proses mendapatkan keterampilan, pengetahuan, wawasan yang berhubungan dengan pekerjaan, dalam jangka waktu relatif singkat guna mendapatkan pengembangan dalam kinerjanya didalam perusahaan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap peningkatan kinerja karyawan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Metode pengumpulan datanya adalah penelitian lapangan, observasi, kuesioner, dan penelitian perpustakaan.
Hasil penelitian atas 100 responden memperlihatkan bahwa hasil nilai adjusted R Square sebesar 0,292 atau 29,2% vasiasi variable independen Pelatihan dan Motivasi, dengan sisa (100%-29,2%=70,8%) tidak dijelaskan dan dibahas dalam penelitian ini seperti Kompensasi, Gaya Kepeminpinan, Disiplin, dan sebagainya. Nilai F hitung sebesar 21,439 sedangkan F table 2,70 yang dapat dilihat pada α 5% dengan tingkat signifikan 0,000, maka model regresi dapat dikatakan bahwa pelatihan dan motivasi berpengaruh serempak dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
Hasil uji parsial Variabel Pelatihan menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa nilai thitung 1,323 < ttabel 1,660 dan nilai probabilitas signifikan 0,189 > 0,05, maka terima Ho (tolak Hi) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Variabel Motivasi Kerja menunjukkan bahwa bahwa nilai thitung 5.362 > ttabel 1,660 dan nilai probabilitas signifikan 0,000 < 0,05, maka tolak Ho (terima H1) yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Uji Pengaruh Dominan menunjukkan angka Standardized Coefficient (Beta) Pelatihan sebesar 0,122 sedangkan Motivasi sebesar 0,494 sehingga Motivasi lebih besar pengaruhnya dibanding Pelatihan, sehinggaPENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP tidak sesuai dengan hipotesis sebelumnya yang menyatakan bahwa variabel Pelatihan berpengaruh dominan mempengaruhi Kinerja Karyawan. Maka hipotesis sebelumnya (H2) ditolak.
Kata Kunci: Pelatihan, Motivasi, Kinerja, dan Karyawan
Posting 138: PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MEDAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 97: PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA DEPOT AIR ISI ULANG IZRA WATER MEDAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Oleh : Abdiyanto. SE.,M.Si
ABSTRAK
Untuk meningkatkan Minat Beli Konsumen, perusahaan harus memperhatikan Kualitas produk dan kualitas pelayanan. Pada saat ini Kualitas produk dan kualitas pelayanan masih dianggap biasa oleh perusahaan, dengan diperhatikannya Kualitas produk juga kualitas pelayanan maka perusahaan dapat meningkatkan minat beli dari para konsumen air minum isi ulang dan dapat meningkatkan profit perusahaan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Kualitas Produk dan kualitas pelayanan dapat mempengaruhi minat beli konsumen pada Depot Air isi ulang Izra Water Medan. Adapun tujuan penelitian ini bagaimana Kualitas Produk dan kualitas pelayanan dapat mempengaruhi minat beli konsumen. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada 87 responden terpilih. Dimana data yang diperoleh dianalisis dan dievaluasi dengan bantuan program (SPSS – Ver. 17.0). dan melakukan uji validitas, uji reliabilitas serta uji asumsi klasik. Hasil analisis adalah bahwa Kualitas produk dan kualitas pelayanan secara serempak (simultant) mempunyai pengaruh positif yang signiflkan terhadap minat beli konsumen pada Depot air isi ulang Izra Water Medan dengan nilai F hitung 53.475 > dari F tabel 2.72. uji parsial (partial), untuk Kualitas produk terdapat pengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen dengan nilai t hitung 2.646 > dari t tabel 1.664 dan nilai probabilitas signiflkan 0.010 < 0.05, kualitas pelayanan terdapat pengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen dengan nilai t hitung 4.087 > dari t tabel 1.664 dan nilai probabilitas signiflkan 0.000 < 0.05 dan hasil dari uji pengaruh dominan diketahui bahwa kualitas pelayanan memiliki nilai Beta paling besar yaitu 0.397 maka dapat disimpulkan kualitas pelayanan dominan mempengaruhi minat beli konsumen pada Depot Air isi ulang Izra Water Medan.
Kata Kunci: Kualitas produk, Kualitas Pelayanan terhadap Minat Beli Konsumen
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA DEPOT AIR
Posting 97: PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA DEPOT AIR ISI ULANG IZRA WATER MEDAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 93: PEMBERDAYAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]> Abstrak
Untuk mengetahui bagaimana pembedayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Negara. Metode penulisan menggunakan metode library research. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemberdayaaan serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapat memberikan arahan pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan. Arah yang jelas dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengendalikan dan mengevaluasi tingkat keberhasilan.
Kata kunci : permberdayaan, masyarakat dan pembangunan
PEMBERDAYAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA
Posting 93: PEMBERDAYAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>