PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS DI SMP SWASTA AMPERA BATANG KUIS
Oleh
Mariani Pasaribu
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematik siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS, (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan komunikasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS, (3)Untuk mengetahui bagaimana respon siswa pada model pembelajaran berbasi masalah, dan (4) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A dan VIII-B di SMP Swasta Ampera Batang Kuis berjumlah 54 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemahaman Konsep dan tes kemampuan komunikasi matematik yang berbentuk uraian. Instrumen tersebut telah memenuhi syarat validasi serta memiliki koefisien realibilitas untuk tes kemampuan pemahaman konsep dan untuk tes kemampuan komunikasi matematik. Penelitian ini menggunakan uji anakova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemamapuan pemahaman konsep matematik siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berbeda dengan kemampuan pemahaman konsep matematik siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Hal ini terlihat dari hasil ANACOVA untuk Fhitung =27,10796 lebih besar Ftabel adalah 4,027 Konstanta persamaan regresi untuk model pembelajaran berbasis masalah yaitu 32,34 lebih besar dari model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu 26,378; (2) kemamapuan komunikasi matematik siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berbeda dengan kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Hal ini terlihat dari hasil ANACOVA untuk Fhitung = 4,07055 lebih besar Ftabel adalah 4,027. Konstanta persamaan regresi untuk model pembelajaran berbasis masalah yaitu 36,063 lebih besar dari model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu 24,155; (3) respon siswa terhadap komponen dan proses pembelajaran yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) adalah positif; (4) respon siswa terhadap komponen dan proses pembelajaran yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) adalah positif.
Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, Think Pair Share, Kemampuan Pemahaman Konsep dan Komunikasi Matematik.