Perbedaan Daya Pada Mesin Pengapian Standar Dan Pengapian Menggunakan Booster
Oleh :
Rolando Sihombing, ST
Dosen Universitas Simalungun, P. Siantar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya pada mesin pengapian standar dan pengapian menggunaan booster. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode Observasi dan Eksperimen yaitu dengan cara pengamatan langsung serta mencatat hasil pada obyek yang diamati, pada metode eksperimen pengujian yang pertama dilakukan yaitu menggunakan sistem pengapian standar kemudian dilanjutkan dan dibandingkan dengan pengapian yang menggunakan booster, Sedangkan analisis data hasil penelitian dengan analisis deskriptif yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan daya dan konsumsi bahan bakar mesin Toyota Kijang seri 7K pada beberapa variasi putaran mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan daya pada mesin Toyota Kijang seri 7K antara pengapian standar dan pengapian yang menggunakan booster. Daya pada pengapian yang menggukan booster meningkat jika dibandingkan dengan pengapian yang masih standar. Pada putaran motor yang menghasilkan daya mesin tertinggi yaitu pada putaran 2200 rpm daya yang dihasilkan adalah 22,40 Kw setelah mengunakan booster daya mengalami penigkatan sebesar 10,48 % yaitu menjadi 24,75 kW pada putaran mesin yang sama. Sedangkan prosentase kenaikan daya pada pengapian menggunakan booster reratanya yaitu sebesar 5,7% dari sistem pengapian standar.
Kata kunci : daya mesin, pengapian standar dan booster
Perbedaan Daya Pada Mesin Pengapian Standar Dan Pengapian Menggunakan Booster