Posting 394: ANALISIS PENGARUH HUMAN RELATION (HUBUNGAN ANTAR MANUSIA) DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KETENAGAKERJAAN BINJAI ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Oleh :
Oleh : Dr. Feby Milanie, S.E., M.M
Dosen Universitas Pembangunan Pancabudi Medan
ABSTRAK
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Permasalahan yang mendasari penelitian ini apakah human relation (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan kerja berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap etos kerja pegawai pada Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Binjai. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dengan membagikan daftar pertanyaan kepada responden sebanyak 50 responden, Dari hasil uji F atau secara serempak/simultan variabel independen (Human Relation dan Lingkungan Kerja) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Etos Kerja, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 di terima. Sedangkan hasil Uji Parsial (Uji-t) Variabel Human Relation secara parsial berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap etos kerja, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 di terima. Dan Variabel Lingkungan Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 di terima. Sementara hasil Uji Determinasi menunjukkan besarnya adjusted R square sebesar 0.975 hal ini berarti 97.5% variasi Etos Kerja yang bisa dijelaskan dengan variabel independen Human Relation dan Lingkungan Kerja sedangkan sisanya (100% – 99.4% = 0.4%) dapat dijelaskan dengan variabel independen lainnya seperti insentif, lingkungan kerja dan penghargaan.
Kata Kunci : Human Relation, Lingkungan Kerja dan Etos Kerja.
Posting 394: ANALISIS PENGARUH HUMAN RELATION (HUBUNGAN ANTAR MANUSIA) DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KETENAGAKERJAAN BINJAI ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 252: HUBUNGAN METODE DEMONSTRASI DENGAN KEMAMPUAN MAHASISWI DALAM PENGISIAN PARTOGRAF PADA MATA KULIAH ASKEB II PERSALINAN DI AKADEMI KEBIDANAN HELVETIA TAHUN 2017 ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh : Indah Dewi Sari|
Dosen Program Studi Kebidanan D4 Institut Kesehatan Helvetia Medan
ABSTRAK
Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Metode demonstrasi digunakan dalam pembelajaran materi pengisian partograf pada mata kuliah Askeb II Persalinan. Dengan demonstrasi proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan metode demonstrasi dengan kemampuan mahasiswi dalam pengisian partograf pada mata kuliah Askeb II Persalinan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain Cross Sectional menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat II Semester III, yang berjumlah 82 orang,dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa frekuensi metode demonstrasi pada mahasiswi dalam pengisian partograf mayoritas kategori cukup memilih metode demonstrasi berjumlah 32 orang (39%) dan minoritas kategori kurang berjumlah 24 orang (29,3%). Frekuensi kemampuan pengisian partograf mayoritas kurang mampu berjumlah 54 orang (65,9%) dan minoritas mampu berjumlah 28 orang (34,1%). Berdasarkan hasil uji statistikdengan uji Chi Square didapatkan nilai signifikan 0,002<0,05. Kesimpulan penelitian ini menyatakan ada hubungan metode demonstrasi dengan kemampuan mahasiswi dalam pengisian partograf pada matakuliah Askeb II Persalinan. Diharapkan kepada tenaga pengajar agar dapat meningkatkan metode pembelajaran demonstrasi menjadi lebih baik lagi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sehingga materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswi serta dapat meningkatkan kemampuan mahasiswi dalam pengisian partograf.
Kata Kunci : Metode Demonstrasi, Kemampuan Pengisian Partograf
HUBUNGAN METODE DEMONSTRASI DENGAN KEMAMPUAN MAHASISWI DALAM PENGISIAN PARTOGRAF PADA
Posting 252: HUBUNGAN METODE DEMONSTRASI DENGAN KEMAMPUAN MAHASISWI DALAM PENGISIAN PARTOGRAF PADA MATA KULIAH ASKEB II PERSALINAN DI AKADEMI KEBIDANAN HELVETIA TAHUN 2017 ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 251: OPTIMASI DAYA MELALUI VARIASI BAHAN BAKAR BIODIESEL MESIN DIESEL 2500 CCKENDERAAN RODA EMPAT ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh: Efrata Tarigan, ST.,MT
Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel Medan
Abstrak
Motor diesel termasuk kedalam jenis motor bakar torak. Proses pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder (internal combustion engine). Motor bakar solar dilengkapi dengan nozzel dan busi pemanas yang membedakannya dengan motor bensin. Nozzel berfungsi untuk menghantarkan bahan bakar diesel dari injection pump ke dalam silinder pada setiap akhir langkah kompresi dimana torak (piston) mendekati posisi TMA.
Dari kombinasi faktor yang optimum didapat A2; B2; C3. artinya daya mesin optimum terdapat pada tekanan injeksi bahan bakar 140 kg/cm2, saat peninjeksian 5o dengan putaran mesin 3000 rpm, dengan faktor rata-rata setiap faktor yaitu A2 = 20,68889 kW, B2 = 20,6889 kW, dan C3 = 20,5 kW.
Selanjutnya hasil dari perhitungan eksperimen taguchi yang telah dilakukan dan diperoleh pengaruh rata-rata dari masing-masing faktor terhadap daya yang optimum adalah sebesar 21,1149 kW.
Kata Kunci : Tekanan Injeksi Bahan Bakar, Saat Penginjeksian, Daya.
OPTIMASI DAYA MELALUI VARIASI BAHAN BAKAR BIODIESEL MESIN DIESEL 2500 CCKENDERAAN RODA EMPAT
Posting 251: OPTIMASI DAYA MELALUI VARIASI BAHAN BAKAR BIODIESEL MESIN DIESEL 2500 CCKENDERAAN RODA EMPAT ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 250: ANALISA RESPON DINAMIK SPRUNG MASS TERHADAP SUDUT KEMIRINGAN SUSPENSI PADA KENDARAAN RODA EMPAT ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh : Ir. Resep Sembiring. MT
Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel Medan
ABSTRAK
Kenyamanan berkendaraan sudah menjadi tuntutan bagi para pengendara, sejalan dengan itu penelitian tentang kenyamanan berkendaraan serta gangguannya banyak dilakukan kondisi yang ingin dicapai dalam kenyamanan adalah kemampuan pengendara untuk menahan getaran selama mungkin. Hal ini sulit dicapai sehingga ditempuh dengan meminimumkan efek gangguan ketidak rataan jalan dengan memasang system suspensi diantara roda dan badan kendaraan. Hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga berbagai macam penelitian dilakukan, salah satu pada kesempatan ini adalah dengan memiringkan pemasangan suspensi. Pengaruh sudut pemasangan suspensi terhadap kenyamanan dan stabilitas kendaraan diharapkan signifikan. Pemodelan matematika setengah kendaraan dengan empat derajat kebebasan disimulasikan untuk menganalisa effek sudut kemiringan suspensi terhadap sprung mass. Respon dinamik yang dianalisa adalah perpindahan,kecepatan dan percepatan sprung massa kendaraan. Untuk simulasi digunakan software MATLAB Ra2008 versi 7.6 dengan input ketidakrataan jalan atau sinusoidal. Sudut pemasangan suspensi diambil 85, 75, 70, 65, 60, 55 dan 50 derajat pada kecepatan kendaraan 50,40 dan 30 km/h. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada kecepatan 50 km/jam dinyatakan pada kondisi sedikit tidak nyaman untuk semua sudut yang diuji, pada kecepatan 40 km/jam nyaman pada sudut 60 sampai 75 drajat sedangkan pada kecepatan 30 km/jam nyaman pada sudut 50 sampai 85 drajat dan sudut kemiringan yang nyaman pada kecepatan 50, 40, dan 30 km/jam adalah 70 drajat dengan gangguan jalan yang sinusoidal amplitudo 0,05 m , panjang gelombang 5 m.
Kata kunci : Sprung mass, Unsprung mass Getaran , Kemiringan suspensi
ANALISA RESPON DINAMIK SPRUNG MASS TERHADAP SUDUT KEMIRINGAN SUSPENSI PADA KENDARAAN RODA EMPAT
Posting 250: ANALISA RESPON DINAMIK SPRUNG MASS TERHADAP SUDUT KEMIRINGAN SUSPENSI PADA KENDARAAN RODA EMPAT ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 249: PEMENUHAN SUMBER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh :
Togar Timoteus Gultom, ST, MT
Dosen STT-Immanuel, Medan
Abstrak
Penulisan bertujuan untuk mengetahui supply dan demand tenaga listrik di Indonesia. Metode penulisan yang digunakan adalah metode tinjauan kepustakaan (library research). Kebutuhan akan energi yang cukup besar di Indonesia pada masa yang akan datang yaitu hampir dua kali lipat konsumsi listrik nasional pada 2014 (221.296 GWh). Selain itu, perlu diingat pula bahwa selain peingkatan daya, akses rumah tangga yang mendapat listrik perlu ditambah, hingga rasio elektrifikasi mencapai atau mendekati seratus persen. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan, salah satunya, dengan memanfaatkan cadangan sumberdaya energi tak terbarukan dengan memanfaatkan cadangan batubara, minyak bumi, dan gas alam yang dimiliki negara. Pilihan lain adalah dengan menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan baik itu air, surya, atau lainnya.
Kata kunci : listrik, supply dan demand
PEMENUHAN SUMBER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA
Posting 249: PEMENUHAN SUMBER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 248: PERAN DAN FUNGSI TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh :
Rogantina Meri Andri, SP, M.Pd.
Dosen Universitas Tapanuli Utara, Siborongborong
Abstrak
Penulisan bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Metode penulisan menggunakan metode tinjauan literatur (library research). Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/pendidikan, Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar. Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran; strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis. Manfaat, peran dan fungsi Teknologi Pendidikan adalah sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan, informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar, sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara, sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar dan Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.serta dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
Kata kunci : teknologi, peningkatan dan kualitas pembelajaran
PERAN DAN FUNGSI TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Posting 248: PERAN DAN FUNGSI TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>Posting 247: PERANAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBANGUN POLITIK DI INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>
Oleh :
Melina, S.Si, M.Hum.
Dosen Universitas Tapanuli Utara, Siborongborong
Abstrak
Penulisan bertujuan untuk mengetahui peranan kebudayaan dalam membangun politik. Metode penulisan menggunakan metode tinjauan literatur (library research). Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa kegiatan politik dapat dilakukan tanpa harus menghilangkan atau mengasingkan suatu kebudayaan. Suatu sistem politik yang menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Kebudayaan merupakan jati diri suatu bangsa yang memberikan identitas tersendiri bagi bangsa terutama Indonesia negara yang memiliki banyak kebudayaan di setiap daerahnya. Penerapan budaya politik pada masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia sangat penting dan sangat berperan dalam pelaksanaan demokrasi. Jadi jika penerapan budaya politik baik, maka semua kegiatan yang berhubungan dengan demokrasi akan berjalan lancar.
Kata kunci : kebudayaan dan politik
PERANAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBANGUN POLITIK
Posting 247: PERANAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBANGUN POLITIK DI INDONESIA ditampilkan lebih awal di Jurnal Mudira Indure.
]]>