419: PENGARUH KONSENTRASI ALKOHOL DAN LAMA MASERASI DALAM PEMBUATAN EKSTRAK KERING RIMPANG TEMULAWAK  SEBAGAI SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

Cover Jurnal Mudira Indure

PENGARUH KONSENTRASI ALKOHOL DAN LAMA MASERASI DALAM PEMBUATAN EKSTRAK KERING RIMPANG TEMULAWAK  SEBAGAI SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

 

Oleh :

Toberni S. Situmorang, S.Si., M.Si

Dosen Universitas Efarina, Pematang Siantar

 

Abstrak

Untuk mendapatkan hasil ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dalam bentuk serbuk sebagai sediaan obat tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi alkohol dalam pembuatan ekstrak rimpang temulawak terdiri dari 4 taraf yaitu : K1 =  60%, K2 =  70%, K3 =  80% dan K4 =  90%. Faktor kedua adalah lama maserasi yang terdiri dari 4 taraf yaitu : L=  1 hari, L2 = 2 hari, L3 = 3 hari dan L4 =  4 hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi alkohol memberi pengaruh nyata terhadap total solid, kadar abu, nilai organoleptik dan pH. Semakin tinggi konsentrasi alkohol yang yang digunakan pada proses ekstraksi rimpang temulawak total solid, kadar abu,  nilai organoleptik, kekeruhan dan pH semakin meningkat. Lama maserasi memberi pengaruh nyata terhadap total solid, kadar abu, nilai organoleptik, kekeruhan dan pH ekstrak temulawak. Semakin lama maserasi total solid, kadar abu, nilai organoleptik, kekeruhan dan pH semakin meningkat.

Kata kunci : konsentrasi alkohol, lama maserasi dan temulawak

4. Toberni S. Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*